**** jujur dimulai dari diri yang sendiri **********

Minggu, 28 Juli 2013

Retorika Supir Pete-Pete


Sepanjang perjalanan pasar butung-sudiang daeng supir pete-pete ini tak berhenti berpidato, segala hal yang ia saksikan dikomentari dengan gemilang bak komentator sepak bola di radio dan televisi.

Saat menyaksikan seorang polisi menilang daeng bentor secara spontan supir pete-pete itu berkata "ka atoromi tettere, saremi do'i" (atur saja cepat,berikan saja uang), saya tertawa.

Saat memasuki pasar sentral baru daya ia berucap "baguski toh pak ini pasar barua nanti yang lama itu dibakar diam-diam ka kalo disuruh pindah,banyak sekali mauna semua" ( baguskan pasar baru ini,nanti pasar lama akan dibakar diam-diam, karena jk disuruh pindah pada banyak maunya), kembali saya tertawa.

Saat memberi uang karcis pada petugas DLLAJ ia berucap " allemi paremanna walikota, engkau senang saya senang" (ambil saja premannya walikota, engkau senang saya senang), sungguh saya kembali tertawa lepas.

Dari ucapan polos tanpa tendensius atau kepentingan, saya yakin dia bukan caleg.

Catatan facebook 12 8/07/2013

Polemik Para Ustadz Ramadhan

Beberapa tahun lalu oleh dosen pak @Wahyddin Halim kami dlm satu kelas perkuliahan diajak menceritakan pengalaman apapun selama 1 bulan penuh bulan Ramdhan.

Saat ditanya tentang jumlah tarwih, dari sekian rekan-rekan saya lah yang paling sedikit. 2 kali tarwih saja yakni pembukaan hari pertama dan penutup hari terakhir. Tawa sekelas tak terhindarkan melihat kepolosan saya.

Saat ditanya kenapa bisa demikian, saya mengemukakan beberapa alasan. Diantara sekian alasan apologetik saya ada satu alasan yang memecah keriuhan. Saya bosan pak ceramah para ustad itu itu saja dari saya anak-anak hingga kuliah tidak ada perubahan signifikan bahkan saya mengemukakan beberapa ayat yang pasti disinggung, mulai hari pertama hingga terakhir, termasuk retorika interpretasi tentang ayat2 tersebut.

Yang membuat saya bahagia pak @wahyuddin halim membenarkan alasan saya bahkan menambahkan bahwa dirinyapun demikian,beliau termasuk orang yang paling selektif memilih masjid karena tema dan gaya yang membosankan dan tidak edukatif para penceramah kita.

Saya merasa paling jago dikelas itu...
tulisan ini dari catatan facebook 09 Juli 2013

Jumat, 26 Juli 2013

PLURALISME DALAM TIMBANGAN

Fenomena keragaman agama dan keragaman aliran kegamaan telah menyita pikiran para ilmuwan keagamaan untuk merumuskan sebuah konsepsi filosofis- teologis demi terciptanya harmonisasi dan ketenteraman sosial. Saat yang sama gelombang globalisasi yang terasa tak mampu terbendung lagi telah membuka ruang interaksi yang massif diantara berbagai unsur kebudayaan. Sehingga menutup diri terhadap pluralitas masyarakat hanya akan membuat kita berkembang satu dimensi.

KEALPAAN TANDA-TANDA

Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.(Q.S Al-Baqarah 164).

Prosesi penciptaan alam semesta dan segenap isinya, kehadiran para nabi dan rasul Allah, interaksi antar masyarakat bahkan jatuhnya daun dari batangnya adalah tanda- tanda bagi kebesaran Allah SWT. DIA memperkenalkan diri-Nya dengan tanda- tanda. Tanda bagi Allah adalah diri-Nya sendiri juga sebagai medium material bagi makhluk material seperti manusia. Kemanapun anda hadapkan wajah anda disitu wajah Tuhan.

Rabu, 24 Juli 2013

Mustafa Chamran; Perang dan Cinta

Kado ini spesial, mendengarkan persentase tentang kisah yang spesial tentang orang yang sangat spesial Mustafa Chamran...